Langkah kakiku terus berderap. Kususuri jalan dengan perasaan ringan. Tak ada sesuatupun yang membebani hati ini. Ku senandungkan sebuah lagu yang terus kudengar sejak pagi. Perasaanku terus optimis. Seperti saat-saat sebelumnya, ketika Allah mengabulkan perasaan optimis itu.
Namun, kali ini Allah berkehendak lain. Perasaan optimis itu hancur, remuk bersamaan dengan runtuhnya harapan selama ini.
Hati ini sakit, patah. Air mata terus mengalir, seluruh badan menangis, bukan hanya mata dan hati. Bahkan, langitpun ikut menangis. Tetesnya menyejukkan hati, walaup tak bisa hentikan tangis itu.
Segera kusadari, Allah memberi ini agar aku menjadi lebih kuat lagi. Walaupun dengan harapan apa adanya. Tapi keoptimisan, tidak akan pernah hilang walaupun jalan yang sudah menjadi cahaya di hati menjadi redup kembali...
Jumat, 12 Desember 2008
No Title
Diposting oleh Cewe' 22 di 01.15 0 komentar
Selasa, 09 Desember 2008
Yang Menangis di Saat Itu
Mungkin gak ada yang peduli dan tau,,
tapi gw peduli dan tau...
Tapii,,
entah mengapa pula gw gak ngerti, apa yang terjadi di dalam perasaan lw.
Hanya sekedar rasa sedih, ataukah ada hal lain yang selalu gw harapkan...
Mungkin,, memang gw yang terlalu berfikir lebih...
Yang selalu bingung mengambil sikap
apakah lw tau,,?
tangisan lw makin membuat gw sedih n bingung...
padahal yang gw harapkan,, lw datang dengan membawa semangat yang akan membuat gw
.tersenyum
.kuat
.tegar
.stabil
Gw gak menyalahkan lw,, gw gak akan pernah menyalahkan lw...
Biarlah air mata dan perasaan sedih mengalir bersama tetes hujan yang turun...
Diposting oleh Cewe' 22 di 22.50 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)